FAQ

Asked Questions

Online learning disebut juga e-Learning atau Online Course adalah implementasi pendidikan yang memanfaatkan media Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam proses belajar mengajar. Dalam perkuliahan online atau kuliah non tatap muka ini mahasiswa tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak penjelasan seorang dosen secara langsung. Namun, mahasiswa cukup membuka media pembelajaran, yakni Learning Management System (LMS) yang telah disediakan oleh UNSIA. Kuliah Online juga merupakan salah satu sarana pembelajaran interaktif, dosen dan mahasiswa dapat berkomunikasi anytime, anyplace, bahkan pada saat hari libur nasional. Selain itu di LMS dosen dan mahasiswa dapat melaksanakan video conference sebagai fasilitas live streaming. Dengan cara tersebut, komunikasi dosen dengan mahasiswa akan terjalin interaktif dan diskusi bisa menghasilkan produktifitas pengajaran yang bermutu. Dosen dapat memberikan materi kuliah, baik berupa file, video, maupun tulisan (teks). Dengan kuliah online, seorang dosen juga bisa mengajar di beberapa tempat secara bersamaan.
  1. Penggunaan E-learning untuk menunjang pelaksanaan proses belajar dapat meningkatkan daya serap peserta didik (Mahasiswa) atas materi yang diajarkan.
  2. Meningkatkan partisipasi aktif dari peserta didik. Sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan tidak monoton.
  3. Menghemat biaya transportasi atau pun tempat tinggal bila universitas yang dipilih berada di luar pulau atau luar negeri.
  4. Tanya Jawab dalam perkuliahan bersifat fleksibel karena bisa ditanyakan lewat chatinggan baik itu kepada dosen atau teman sekelas.
  5. Waktu masa perkuliahan lebih singkat dibandingkan perkuliahan yang bersifat konvensional.
  6. Meningkatkan kemampuan belajar mandiri peserta didik. Sehingga peserta didik tidak selalu bergatung kepada temannya.
  7. Mahasiswa bisa melihat kembali materi yang diajarkan karena materi biasanya berupa modul yang dapat didownload dan tersimpan dalam PC atau komputer.
  8. Meningkatkan kualitas materi pendidik dan pelatihan. Dimana materi yang bisa diberikan oleh pendidik akan meningkat kualitasnya karena bisa mengambil dari berbagai sumber yang ada.
  9. Meningkatkan kemampuan menampilkan informasi dengan perangkat teknologi informasi, dimana dengan perangkat biasa sulit dilakukan.
  10. Melatih mahasiswa untuk lebih bertanggung jawab, kreatif, dan juga mandiri. Sehingga membentuk pribadi yang lebih percaya diri.
Cyber University merupakan bentuk upaya untuk menjadikan perguruan tinggi berbasis teknologi informasi, usaha tersebut diterapkan di semua lini, mulai dari sistem pembelajaran, kurikulum, pelayanan, fasilitas, maupun sarana dan prasarana lainnya, itu semua dikembangkan dengan berbasis teknologi. Selain itu Cyber University menyediakan layanan belajar formal melalui media online yang bisa diakses semua orang, terlepas dari keterbatasan akibat lokasi geografis, fleksibilitas, dan lainnya. Cyber University adalah salah satu kecanggihan fasilitas bagi siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menyadari perlunya mengubah universitas di Indonesia jadi sekelas internasional. Untuk mendorong daya saing generasi muda Indonesia, universitas-universitas di Indonesia perlu melakukan inovasi sistem secara menyeluruh

Universitas Siber Asia (UNSIA) merupakan kampus atau perguruan tinggi berbasis full online yang mendapatkan izin prinsip pendirian dari Kemenristek DIKTI pada 26 Agustus 2019 pada Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, di Bali. Universitas Siber Asia ini adalah universitas swasta pertama yang dipimpin oleh rektor asing asal Korea yaitu Prof. Jan Youn Cho, Ph.D., MPA., CPA.

Universitas Siber Asia akan menjalankan tiga strategi utama, yaitu meningkatkan kuantitas, memberikan fitur-fitur pengajaran yang sesuai dengan masa depan era revolusi industri 4.0 dan menghadirkan pengajaran dengan kualitas dunia (world class learning).

Pendidikan berbasis full online dan full learning management system ini juga selaras dengan kebijakan pemerintah dan menjawab tantangan Era Revolusi Industri 4.0, memberikan efisiensi dalam layanan pendidikan tinggi dalam skala tidak terbatas bagi penduduk Indonesia tidak saja di perkotaan namun juga daerah terpencil yang memiliki akses internet. Bahkan dengan biaya pendidikan yang terjangkau, dapat membantu para pekerja dengan penghasilan rendah untuk tetap dapat mengakses pendidikan tinggi.

Nantinya, sistem pembelajaran Universitas Siber Asia memanfaatkan jaringan internet secara terbuka dan masif melalui program Massive Open Online Course akan menghadirkan fitur-fitur pembelajaran berorientasi masa depan untuk mempersiapkan lulusannya menghadapi era revolusi industri 4.0.

Universitas Siber Asia juga akan menjaga kualitas dengan membawa pembelajaran kelas dunia yang salah satunya dilakukan dengan membawa para pengajar terbaik dari berbagai negara seperti Amerika, Korea dan juga Indonesia. Didukung dengan insfrastruktur dan teknologi dari Korea, serta pengajar yang kompeten di bidangnya baik dari dalam negeri maupun luar negeri, Universitas Siber Asia ditargetkan akan mulai menerima mahasiswa baru tahun depan melalui lima program studi yang akan dibuka yaitu Manajemen, Akuntansi, Sistem Informasi, Informatika, Komunikasi.

Untuk menyiapkan universitas Siber Asia, YMIK didampingi oleh pakar yang telah berpengalaman dalam memimpin universitas siber di Korea Selatan, yaitu Prof. Dr. Jan Youn Cho, MPA., CPA. Profesor Cho yang selama 10 tahun di Amerika Serikat ini merupakan mantan Vice President of Hankuk University for Foreign Studies, yang sekaligus merupakan Operating Rector dari Cyber Hankuk University for Foreign Studies, di Korea Selatan. Beliau juga pernah menjabat sebagai Dekan di College of Business dan Dekan Sekolah Pascasarjana di Hankuk University for Foreign Studies, Korea Selatan. Selain itu Dia pernah dinominasikan sebagai 10 besar profesor terbaik di Universitas Nebraska-Lincoln.

Aktifitas setiap semester:

  1. Total aktifitas 1 semester 16 minggu terdiri atas Full Online
  2. Struktur utama 16 minggu perkuliahan On-Line terdiria atas Perkuliahan Online Tahap 1, minggu ke-1 hingga ke-7, Perkuliahan Online Tahap 2 yakni minggu ke-9 hingga ke15, Ujian Tengah Semester (UTS) pada minggu ke-8 dan Ujian Akhir Semester (UAS) pada minggu ke-16.
  3. Setiap mahasiswa UNSIA akan mendapatkan akses Sistem Informasi Akademik, LMS, dan Digital Library
  4. Aktifitas 1 Minggu on-line untuk reguler mode sinkron dan asinkron (6 hari kerja, Senin – Sabtu, alokasi waktu 24 jam/hari).
  5. Video conference atau Webinar (Web Seminar) dilakukan oleh dosen dan mahasiswa pada beberapa minggu perkuliahan On-Line, sesuai dengan instruksi dosen/tutor di LMS .
  6. Dalam minggu perkuliahan online, dosen/tutor dapat menyelenggarakan live streaming dengan menghadirkan pakar, professional atau dosen tamu yang akan memberikan materi secara online.
  7. Dalam perkuliahan 1 semester, mahasiswa diberikan beban mengerjakan tugas mandiri atau kelompok dalam bentuk Tugas 1, Tugas 2 dan Project Assignment.
  8. Project Assignment adalah bentuk penugasan perkuliahan dalam bentuk kunjungan lapangan atau industry.
  9. Mahasiswa diberikan fasilitas untuk pelatihan atau workshop bersertifikasi di setiap akhir semester (pada minggu liburan perkuliahan)

Secara singkat aktivitas pembelajaran dalam LMS nanti nya ialah sebagai berikut:
Eksplorasi Materi, Diskusi, Pengerjaan Tugas, Video Conference/Webinar dan Assesment & Reviewing.

  1. Video ceramah dan materi pembelajaran disediakan halaman demi halaman
  2. Materi interaktif akan meningkatkan pengalaman belajar siswa.
  3. Siswa dapat memilih kualitas video dan kecepatan pemutaran sesuai dengan lingkungan belajar mereka. (Fungsi bookmark disediakan untuk video)
  4. Materi tambahan seperti halaman contoh / kuis / ringkasan akan membantu proses belajar siswa.
  5. Video ceramah disediakan dengan materi pembelajaran terstruktur yang dimasukkan dalam layar HD.
  6. Ceramah, materi pembelajaran, dan tulisan di papan tulis dapat diakses secara bersamaan.
  7. Melalui perangkat lunak "e-Stream", penjelasan video/audio dosen dan materi pembelajaran disediakan.
  8. Tulisan di papan tulis menggunakan pena elektronik disediakan untuk membantu pengalaman belajar siswa.
  9. Lebih banyak interaksi antara mahasiswa dan dosen untuk membawa rasa kedekatan dalam perkuliahan.
  1. Ijazah Strata 1 (S1) yang terakreditasi nasional BAN-PT.
  2. Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang menerangkan Capaian Pembelajaran Lulusan.
  3. Sertifikasi Kompetensi Profesional.
  4. Link dan koneksi pekerjaan.
  5. Link dan koneksi beasiswa S2 dalam dan luar negeri.

Secara umum kuliah untuk gelar sarjana S-1 dapat diselesaikan dalam 4 tahun atau 8 semester dengan minimal SKS ditempuh sebanyak 144 SKS.

UNSIA akan membuka 5 (lima) program pendidikan Sarjana Strata Satu, meliputi:

  1. Manajemen
  2. Sistem Informasi
  3. Informatika
  4. Akuntansi
  5. Komunikasi

UNSIA bekerjasama dan memiliki jaringan yang luas untuk menjalin kemitraan strategis dengan pemangku kepentingan (Stakeholders) meliputi Academic, Business, Company, and Government. Selain itu, dengan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan sejumlah dunia industri di Indonesia dan memiliki pusat career center tentu akan memudahkan dengan menyediakan pusat informasi kerja bagi para lulusan dan menjembatani para lulusan dengan dunia kerja.

Info Pendaftaran

Kuliah perdana akan dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2020

  • Jl. Harsono RM No.1 Ragunan, Ps. Minggu, Jakarta Selatan
  • (021) 27806189
  • pmb@unsia.ac.id
Follow Us