Pada tahun politik 2024, Indonesia akan menyelenggarakan pesta demokrasi pada 14 Februari 2024 dengan agenda utama pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Periode 2024 – 2029. Menjelang pemilu suasana politik mulai menghangat bahkan cenderung memanas tidak hanya sebelum dan saat kampanye, akan tetapi sesudah pemilu pun masih terasa. Polaritas di masyarakat terus terjadi bahkan pasca Pilpres 2014 hingga saat ini masih kita rasakan.
“Pesta demokrasi” sudah selayaknya dilaksanakan dengan riang gembira, gegap gempita karena ini merupakan sebuah “pesta” yang diadakan setiap lima tahun sekali. Namun kondisinya berbeda dan jauh dari kata “Pesta Demokrasi” itu sendiri, yang terjadi justru sebaliknya menimbulkan perpecahan antar kelompok, suku, ras, dan agama. Sebagaimana efek dari Pemilu-pemilu sebelumnya, nilai-nilai pemersatu bangsa dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang diusung ideologi Pancasila tampaknya belum mampu meredam perpecahan dan konflik akibat perbedaan dalam memilih presiden.
Untuk menjaga kondisi di masyarakat agar tetap kondusif menjelang pemilu 2024 pada tanggal 6 Juli 2023 yang lalu Universitas Siber Asia mengadakan webinar nasional dengan tema “Menjaga & Merawat Nilai-Nilai Pancasila Menjelang Pemilu 2024 Demi Terwujudnya Indonesia Yang Damai. Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan akan pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara kepada sekitar 215 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa Universitas Siber Asia, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, santri Pondok Pesantren Nurul Anwar Cirebon, hingga masyarakat umum.
Webinar Nasional yang dilaksanakan ini merupakan rangkaian “webinar series” dalam rangka Dies Natalis Universitas Siber Asia yang ke – 3, pada sesi pertama webinar menghadirkan pembicara Prof. Dr. Hj. Ruswiyati, MS., guru besar Universitas Wijaya Kusuma, yang menyampaikan materi ai mengenai tantangan yang dihadapi oleh generasi millennial di era digital saat ini, terutama dalam menghadapi isu-isu radikal dan intoleran. Prof. Rus juga menekankan pentingnya pendekatan pemahaman Pancasila yang masif dan kontemporer, misalnya melalui penggunaan media sosial dan influencer, agar dapat lebih merangkul generasi muda.
Sementara itu pembicara kedua, Kombes Pol. (Purn) Dr. H. Yusuf Setyadi, S.H., MM, M.Hum., dosen Universitas Siber Asia, menyampaikan materi tentang tantangan yang dihadapi Indonesia menjelang Pemilu 2024, seperti isu agama dan praktik money politic. Dr. Yusuf juga menekankan bahwa aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari adalah cara efektif untuk menjaga keutuhan dan keharmonisan masyarakat Indonesia.
Pembicara terakhir pada webinar ini Prof. Dr. H. Sugiyanto, SH, MH., guru besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menjelaskan tentang pentingnya memilih pemimpin yang visioner dan berkarakter negarawan di Pemilu 2024. Masih menurut Prof. Sugiyanto pemimpin yang memiliki pemahaman mendalam tentang nilai-nilai Pancasila dan mampu mengimplementasikannya dalam pemerintahan adalah kunci untuk mewujudkan Indonesia yang damai dan harmonis.
Para peserta webinar menyambut antusias acara ini, terlihat dari banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan- pertanyaan kepada pemateri, bahkan masih ada peserta yang tidak diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan walaupun sudah “raise hand” maupun mengajukan pertanyaan lewat “text” karena waktu yang sudah habis.
Kita semua berharap apa yang sudah dihasilkan dari acara ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya dalam menyikapi pemilu 2024 yang akan datang. Pengamalan Pancasila bisa kita mulai dari diri kita sendiri, keluarga, masyarakat, lingkungan dan pada akhirnya dalam bernegara. Dan semoga Pancasila tidak hanya menjadi bahan diskusi, berhenti di ruang seminar atau webinar, namun Pancasila dan nilai-nilai luhur yg ada di dalamnya bisa dilakukan/diamalkan oleh seluruh masyarakat Indonesia…..